Pertemuan dan Perpisahan



Ukhuwah adalah cinta yang mengalir melalui keimanan, bersemi dengan pupuk nasehat, terawat dalam doa dan berbuah pertemuan di surga. 
Ukhuwah adalah menguatkan, memperbaiki, menjaga, memberi, menghilangkan kelalaian, dan saling mengingatkan. 
Salam ukhuwah..
 Ukhuwah (ukhuwwah) yang biasa diartikan sebagai "persaudaraan",  diambil  dari  akar  kata  yang pada mulanya berarti "memperhatikan". Makna asal ini memberi  kesan  bahwa persaudaraan  mengharuskan  adanya  perhatian semua pihak yang merasa bersaudara.

Boleh jadi, perhatian itu pada  mulanya  lahir  karena  adanya persamaan  di  antara  mereka  yang  bersaudara, sehingga makna tersebut kemudian berkembang, dan pada akhirnya  ukhuwah diartikan  sebagai  "setiap  persamaan  dan  keserasian dengan orang lain". Secara majazi kata ukhuwah (persaudaraan) mencakup  persamaan  salah  satu  unsur seperti  suku, agama, profesi, dan perasaan. Dalam kamus-kamus bahasa Arab ditemukan  bahwa  kata  akh  yang  membentuk  kata ukhuwah digunakan juga dengan arti teman akrab atau sahabat.


Di mana ada pertemuan, pasti akan ada perpisahan. Di mana ada awal, pasti akan ada akhir. That’s life. Ketika akhir sebuah perjalanan akan menjadi awal perjalanan yang lain, dan sebuah perpisahan akan menjadi pertemuan dengan sesuatu yang baru. And that’s more about life. 
Di dalam hidup, banyak orang yang datang dan pergi 
Allah telah menjumpakan kita dengan orang-orang yang Dia telah gariskan dalam catatan takdir 
Mereka pun datang silih berganti 
Ada yang melintas dalam segmen singkat, namun membekas di hati. 
Ada yang telah lama berjalan beriringan, tetapi tak disadari arti kehadirannya 
Ada pula yang begitu jauh di mata, sedangkan penampakannya melekat di hati. 
Ada yang datang pergi begitu saja seolah tak pernah ada. 
Semua orang yang pernah singgah dalam hidup kita bagaikan kepingan puzzle yang saling melengkapi dan membentuk sebuah gambaran kehidupan 
Maka sudah fitrah, bila ada pertemuan pasti ada perpisahan.. 
Di mana ada awal, pasti akan ada akhir. 
Akhir sebuah perjalanan, ia akan menjadi awal bagi perjalanan lainnya„, 
Sebuah perpisahan,  ia akan menjadi awal pertemuan dengan sesuatu yang baru…  
well, That’s life must go on. (unknown)


Semoga kita teringat akan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menerangkan mengenai tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari yang tiada naungan selain dari-Nya. Di antara golongan tersebut adalah,
 “Dua orang yang saling mencintai karena Allah. Mereka berkumpul dan berpisah dengan sebab cinta karena Allah.” (HR. Bukhari no. 660 dan Muslim no. 1031)
Orang yang mencinta akan dikumpulkan bersama orang yang dicinta di akhirat kelak.
Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Kapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah? ”Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?” Orang tersebut menjawab, “Aku tidaklah mempersiapkan untuk menghadapi hari tersebut dengan banyak shalat, banyak puasa dan banyak sedekah. Tetapi yang aku persiapkan adalah cinta Allah dan Rasul-Nya. ”Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,
 “Kalau begitu engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” (HR. Bukhari no. 6171 dan Muslim no. 2639)
Yang aku harap, semoga persaudaraan/pertemanan kita tidak hanya di dunia, namun berakhir pula di jannah. Di dunia (selama hidup), semoga kita saling menghendaki kebaikan satu dan lainnya. 
Salam Ukhuwah…

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca blog ku. Kasih komentarmu yaa :)